Bupati Batang Ingin Ciptakan Agrowisata Kebun Jeruk di Desa Pesaren

Batang – Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) bersama Bupati Batang Wihaji, meninjau kebun jeruk di Desa Pesaren, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Jumat (12/7/2019).

Bupati Batang Wihaji mengatakan petani mendapat bantuan bibit secara gratis oleh Balitjestro sebanyak 35 ribu bibit. Kebun jeruk ini sangat potensi sekali sebagai salah satu contoh sukses,, sehingga kalau benar-benar sukses masyarakat Batang akan mengikuti menanam jeruk.

Dalam kunjungan kali ini Bupati Batang menyampaikan, sebelum memasuki panen raya di tahun 2020 bulan Juli – Agustus kita harus merencanakan Kebun Jeruk Desa Pesaren bisa dijadikan Agrowisata tanaman buah.

“Saya ingin menciptakan agrowisata sebagai bagian program menciptakan 1.000 wiarausaha baru. Pemerintah Kabupaten Batang akan terus melakukan pendampingan selain dalam merawat tanaman jeruk, tetapi juga merubah kebun jeruk menjadi obyek wisata dengan dilengkapi kuliner serta tempat parkir,” jelasnya.

Dikesempatan yang sama, Peneliti Balitjestro Susi Wuryantini yang mendampingi petani jeruk di Batang menjelaskan, untuk panen pertama sehingga tidak boleh banyak berbuah dulu, karena untuk melatih kedepanya agar bisa lebih banyak lagi buahnya.

“Untuk panen perdana rata – rata pertama menghasilkan 5 kg buah jeruk per pohon, dengan 500 tanaman, maka panen raya mencapai 2,5 ton. Untuk hasil yang lebih maksimal di tahun berikutnya, harus menggunakan teknologi pertanian dengan sistem Buah Berjenjang Setiap Saat (Bujangsetra),” terangnya.

Sementara Petani pemilik kebun jeruk warga desa Pesaren Jumham Majid menjelaskan, beralihnya menanam jeruk karena ada potensi yang luar biasa, selain kita bertanam juga ada wisata edukasi. Adapun varietas jeruk yang ditanam yakni Keprok Pontianak, Keprok Rimau Gerga Lebong (RGL) dan Keprok Trigas.

“Kalau perawatan tanaman jeruk tidak begitu sulit, yang terpenting harus ulet, telaten dan disiplin dalam merawatnya. Kebun jeruk ini memang proyeksinya sebagai agrowisata kebun jeruk, yang nantinya ada masyarakat bebas memetik dan memakan sepuasnya,” jelasnya.

Ia menyampaikan penanaman pohon jeruk tahap awal menanam 500 bibit jeruk dengan luas tanah 1,25 hektar. Untuk tanaman sendiri sudah berumur 14 bulan yang sesuai umur panen berusia 2,5 tahun. ( sumber : Batangkab.go.id )

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan